BAB 8 PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MANAJEMEN

JENIS JENIS KEPUTUSAN DAN MASALAH NYA

Sebuah keputusan merupakan pilihan yang di buat dari alternatif alternatif yang ada. Misalnya, seorang manajer akuntansi yang hendak menentukan pilihan antara Colin, Tasha dan Carlos untuk mengisi posisi auditor juniora. Pengambilan keputusan adalah proses dalam mengenali masalah masalah dan peluang peluang untuk kemudian dipecahkan.

· Keputusan yang Terprogram dan Tidak Terprogram

· Menghadapi Kejelasan dan Ketidakpastian

Satu perbedaan utama antara keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram ada dalam kaitannya dengan tingkat kejelasan dan ketidakjelasan yang harus ditangani manajer dalam mengambil keputusan. Empat posisi dalam

skala tersebut adalah kejelasan, risiko, ketidakjelasan dan ambiguitas sebagaimana yang ditunjukkan dalam bagan sebagai berikut.

1. Kejelasan

Kejelasan artinya semua informasi yang diperlukan oleh pihak pengambilan keputusan telah tersedia secara menyeluruh. Manajer mengetahui suatu informasi tentang kondisi operasional, biaya dan ketidakleluasaan sumber daya dan setiap tindakan dan hasil yang mungkin didapat.

2. Risiko

Risiko artinya adalah bahwa sebuah keputusanharus memiliki tujuan tujuan yang jelas dan informasi yang baik selalu tersedia, tetapi hasilnya di masa depan yang berhubungan dengan setiap alternatif belumlah pasti.

3. Ketidakpastian

Ketidakpastian artinya adalah bahwa manajer mengetahui tujuan mana yang ingin di capainya, tetapi informasi tentang alternatif alternatif dan peristiwa peristiwa di masa depan tidaklah lengkap. Faktor faktor yang mungkin akan memengaruhi sebuah keputusan, seperti masalah harga, biaya produksi, volume, dan suku bangsa di masa yang akan datang.

4. Ambiguitas dan Konflik

Ambiguitas sekitarnya adalah situasi paling sulit dalam pengambilan keputusan. Ambiguitas berarti bahawa tujuan tujuan yang akan dicapai atau permasalahan permasalahan yang hendak dipecahkan tidaklah jelas, alternatif alternatif sangatlah sulit ditentukan oleh informasi mengenai hasilnya nanti tidaklah tersedia.

MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Pendekatan pendekatan yang digunakan seorang manajer untuk mengambil keputusan biasanya berupa salah satu dari tiga jenis ini- model klasik, model administratif atau model politis.

· Model yang Ideal dan Rasional

Model klasik adalah model pengambilan keputusan didasarkan pada asumsi ekonomi rasional dan kekayaan menajer tentang seperti apakah seharusnya pengambilan keputusan yang ideal itu. Model klasik dalam pengambilan keputusan di anggap sebagau model yang normatif, yang berarti bahwa model ini menentukan bagaimana seorang pengambil keputusan seharusnya mengambil keputusan.

· Bagaimana Sebenarnya Manajer Mengambil Keputusan

Pendekatan lain yang digunakan dalam pengambilan keputusan yang disebut sebagai model adminidtratif, dianggap bersifat deskriptif, yang artinya model ini menggambarkan bagaimana manajer benar benar melakukan pengambilan keputusan dalam situasi yang kompleks dan bukannya mendikte bagaimana manajer seharusnya mengambil keputusan berdasarkan teori ideal.

1. Rasional yang Terbatas dan Pemuasan

a) Rasional yang terbatas berarti bahwa manusia memiliki keterbatasan atau batas batas dalam kemampuannya untuk berpikir rasional.

b) Pemuasan berarti bahwa seorang pengambil keputusan memilih alternatif solusi pertama yang dapat memuaskan kriteria minimal dalam membuat sebuah solusi yang akan memaksimalkan laba ekonomi, manajer akan memilih solusi pertama yang sekiranya akan memecahkan persoalan, bahkan jika solusi yang lebih baik bisa saja akan ada nanti.

2. Intuisi

Intuisi adalah pemahaman yang cepat terhadap situasi genting berdasarkan pengalaman di masa lalu tetapi tanpa pemikiran yang sadar.

· Model Politik

Model keputusan yang ketiga ini sangatlah berguna dalam membuat keputusan yang tidak terprogram ketika situasinya tidak jelas, informasinya terbatas dan adanya konflik antara manajer tentang tujuan yang akan di capai atau tindakan apa yang akan dilakukan.manajer manajer sering kali terlibat dalam pembangunan koalisi dalam membuat keputusan organisasi yang kompleks. Senuah koalisi dalah sebuah aliansi tidak resmi di antara manajer manajer yang mendukung debuah tujuan tertentu.

LANGKAH LANGKAH DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN

Baik sebuah keputusan itu terprogram atau tidak terprogram dan baik model yang dipilih manajer itu klasik, administratif atau politik. Ada enam langkah yang biasanya dianggap sebagai proses pengambilan keputusan yang efektif yaitu :

1. Pengenalan Syarat-syarat Sebuah Keputusan

2. Diagnosis dan Analisis Sebab-Akibat

3. Pengembangan Alternatif

4. Pemilihan Alternatif yang Dikehendaki

5. Penerapan Alternatif Terpilih

6. Evaluasi dan Umpas Balik

Dari ke enam langkah tersebut dapat di rangkum dalam gambar sebagai beikut :

KERANGKA KERJA KEPUTUSAN PRIBADI

Tidak semua manajer membuat keputusan dengan cara yang sama. Bahkan perbedaab yang signifikan membedakan cara cara yang digunakan manajer dalam melakukan pendekatan terhadap masalah dan mengambil keputusan terkait masalah tersebut. Perbedaan ini dapat dijelaskan dengan konsep gaya pengambilan keputusan. Sebuah penelitian telah menemukan empat gaya pengambilan keputusan yaitu:

1. Gaya directive

2. Gaya analisis

3. Gaya konseptual

4. Gaya behavioral

MENGAPA MANAJER MENGAMBIL KEPUTUSAN YANG SALAH ?

Manajer dihadapkan pada tuntutan untuk selalu membuat keputusan, mulai dari untuk menyelesaikan masalah kecil hingga menerapkan perubahan strategi besar. Sebagian besar keputusan yang tidak tepat adalah kesalahan penilaian yang berasal dari kapasitas pikiran manusia yang terbatas dan dalam keberatsebelahan alami yang diperlihatkan manajer selama proses pengambilan keputusan. Dengan menyadari enam keberatsebelahan di bawah ini, manajer terbantu dalam membuat pilihan lebih saksama

· Terpengaruh oleh kesan pertama

· Membenarkan keputusan keputusan yang lalu

· Melihat apa yang ingin dilihat

· Mempertahankan status quo

· Terpengarug oleh kerangka masalah

· Terlalu percaya diri

MENGAMBIL KEPUTUSAN KELOMPOK YANG INOVATIF

Kemampuan untuk membuat keputusan dengan ceapat, baik dan berkualitas tinggi di atas dasar tertentu merupakan keahlian yang penting dalam organisasi yang bergerak cepat saat ini. Manajer memang membuat beberapa keputusan sendirian, tetapi para pengambil keputusan sering kali berkelompok. Bahkan, banyak keputusan besar di dunia ini di buat oleh selompok orang, bukan hanya oleh seseorang.

· Mulailah dengan Curah Gagasan

· Terlibat dalam Perdebatan yang Sengit

· Hindari roupthink

· Tahu Kapan Harus Gagal

Leave a Reply